Kenalan dulu sama dbc Network

ghhhhhh

Saat ini semakin banyak orang-orang yang memutuskan untuk bekerja dari rumah. Soalnya, kerja di rumah memang cenderung fleksibel mengatur waktu. Apalagi, para mommy yang biasanya lebih ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama anak, tanpa harus kehilangan penghasilan walau tidak perlu pergi ke kantor.
Dan semakin kesini, trend bisnis jaringan semakin meningkat. Salahsatu alasannya adalah, karena bisnis jaringan termasuk bisnis yang tahan hempasan krisis ekonomi global karena sistem network marketing memungkinkan suatu perusahaan memiliki ujung tombak salesmanshipnya jauh lebih banyak daripada bisnis konvensional. Akibatnya bisnis jaringan bagai memiliki akar serabut – jaringan yang halus-halus, namun kokoh menyangga ‘pohon’ bisnis agar bisa tegak berdiri.
Karena itu, banyak sekali tawaran bisnis online yang menawarkan iming-iming bonus berjuta-juta bahkan milyaran rupiah… tapi bagaimana kita bisa tau, bisnis mana yang betul-betul bisa berhasil?
.
Prinsip yang saya lakukan dalam memilih bisnis network marketing adalah : ketahui berapa jumlah orang yang berhasil di bisnis ini! Kalau saya cuma mendapatkan satu-dua contoh orang yg berhasil, hmmm… kok kayanya saya masih ragu-ragu yaa… jangan-jangan nanti kita berbisnis hanya untuk menguntungkan segelintir orang saja?
Karena itu, saat saya bergabung dengan dbc network, sebelumnya saya sudah pelajari dulu sistem bisnisnya!

Hmmm… apa ya DBC NETWORK itu?

Ternyata, dbc network menjalankan sistem bisnis network marketing perusahaan kosmetika terbesar di dunia, yaitu ORIFLAMEOriflame sudah berada di Indonesia lebih dari 20 tahun lho, dan jumlah orang yang berhasil di Oriflame sudah sangat banyak! Lalu bagaimana dengan dbc network?
DBC Network berdiri hampir 3 tahun yang lalu dengan tekad memfasilitasi para member dibawah jaringan Nadia Yuniardo dan Dini Shanti dengan teknologi yang lebih canggih : sistem online recruitment(klik untuk melihat cara kerja dan contoh webnya)

Yup, DBC network adalah group member Oriflame pertama yang menggunakan sistem online recruitment dalam membangun jaringannya, memungkinkan siapa pun bisa melakukan bisnis Oriflame tanpa harus mengalami kesulitan membagi waktu – apakah ia seorang pelajar, ibu rumah tangga, atau pekerja kantoran.

Soo… tunggu apalagi !!!! buruan join

Salam

Jangan Sepelekan Patah Hati

kata galau patah hati

Cinta memang tidak selamanya indah. Sebab cinta tidak selalu berisi senyum dan tawa, tetapi juga air mata. Putus cinta dan kehilangan orang yang kita sayangi menjadi salah satu penyebab patah hati. Efek paling ringan dari patah hati, mungkin saja perasaan menjadi galau, depresi atau bahkan akan membuat seseorang menjadi stress.
Sebagian orang menganggap patah hati itu mungkin hal yang biasa, dan akan cepat berlalu dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Tapi, awas jangan sepelekan patah hati. Karena akibatnya bisa sangat fatal, bahkan menurut sebuah penelitian, patah hati bisa berisiko atau menyebabkan kematian.
Penelitian yang melibatkan 2.000 orang dan diterbitkan dalam jurnal Circulation itu menemukan bahwa orang yang sakit hati karena cinta memiliki risiko terkena serangan jantung 21 kali lebih tinggi pada hari kejadian, dan enam kali lebih tinggi pada hari normal dalam minggu pertama.
Para ilmuwan percaya bahwa peningkatan risiko tersebut akibat kombinasi dari tingkat stres, kurang tidur dan lupa minum obat secara teratur. Stres psikologis yang berhubungan dengan kesedihan dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan dan pembekuan darah. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya serangan jantung.
Dr Murray Mittleman, pemimpin penelitian dan pakar kesehatan jantung dari Harvard Medical School mengatakan, “Selama masih merasakan kesedihan ekstrim dan tekanan psikologis, Anda masih perlu mengurus diri sendiri dan mencari pengobatan medis untuk gejala yang berhubungan dengan serangan jatung. Pengasuh, penyedia pelayanan kesehatan dan si penderita sendiri perlu mengenali periode saat mereka berisiko tinggi pada hari dan minggu setelah mendengar kabar kematian seseorang.”
Kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti mempelajari 1.985 orang yang selamat dari serangan jantung dan mencatat beberapa dari mereka yang baru saja mengalami patah hati atau sedang berduka. Dari peserta penelitian diketahui, 270 orang telah kehilaan kerabat dekatnya pada enam bulan sebelumnya, termasuk 19 orang yang juga kehilangan seseorang sekaligus terkena serangan jantung di waktu yang sama.
“Kami menemukan bahwa stres dan emosional tingkat tinggi dapat memicu serangan jantung. Tapi kita tidak boleh melupakan fakta bahwa serangan jantung yang dipicu oleh stres biasanya hanya terjadi pada orang yang sudah memiliki sejarah penyakit jantung. Ini sangat penting untuk selalu minum obat bagi mereka yang memiliki atau berisiko sakit jantung. Jangan mengabaikan minum obat setelah Anda merasakan kesedihan yang sangat berat,” jelas Profesor Peter Weissberg dari British Heart Foundation, seperti yang dikutip dari Huffingtonpost.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa wanita sembilan kali lebih mudah mengalami ‘sindrom patah hati’ –trauma emosional atau rasa shock yang bisa memciu gejala serangan jantung atau masalah jantung lainnya. Simak berita selengkapnya di sini.

Hati – Hati, Melamun Bisa Mempercepat Resiko Kematian

melamun
Patah hati atau putus cinta bisa menyebabkan wanita larut dalam kegalauan dan angan-angan. Hal ini akan membuat kebanyakan wanita yang punya sensitivitas menjadi sering melamun.

Kebanyakan orang melamun dalam kondisi yang stres, sedih maupun galau. Dan ternyata melamun memberikan efek fisik bagi tubuh kita yaitu makin pendeknya telomer atau asam nukleat yang ada di ujung kromosom. Hal ini bisa menyebabkan penuaan dini.

Sebuah penelitian mengungkap bahwa kebanyakan melamun bisa mempercepat resiko kematian. Hal ini bukan hanya berhubungan dengan kemungkinan kecelakaan yang disebabkan oleh pikiran yang tidak fokus alias melamun. Menurut peneliti dari Universitas California menyebutkan bahwa wanita yang melamun mengalami penuaan dini tanpa mereka sadari.

Nah, masalah dalam kehidupan memang sulit untuk dihindari. Namun alangkah baiknya bila kita menjadi pribadi yang lebih mendahulukan mencari solusi daripada memikirkannya sampai berlarut-larut. Hal tersebut justru akan membawa penyakit baru bagi kita.

Memperbanyak teman, olahraga, berpikir positif dan cukup istirahat bisa memberikan ‘udara segar’ dalam kehidupan Anda sehingga Anda menjadi pribadi yang lebih inspiratif dan positif. Dengan demikian Anda bisa jauh-jauh dari kebiasaan melamun.

Surga itu…. dipelukan ibu

Ibai-Acevedo-Photography-11

by: Yhani

Aku bermimpi melihat surga,

jalan setapak yang perlahan hilang dan berganti mutiara, jembatan2 kaca, serta sungai madu yang mengalir. semua menjadi hiasan indah diantara luasnya fikiranku menangkap pemandangan ini.

apa aku telah sampai disana?

pip…pip…pip…

“Ini sudah terlalu lama bu, kami tidak mungkin begitu saja membiarkannya. dia sudah terbaring hampir 5 tahun lamanya, kasihan dia. tolong relakan saja” kata dokter pada seorang ibu tua, kurus termakan usia dan beban fikiran.

“Anak saya masih hidup dokter, untuk apa saya bertahan kalau bukan karena itu” katanya, dengan tegar, meski perih di dadanya amat menyiksa.

“Dia bernafas dengan alat, satu2nya hal yang memberi tanda dia hidup adalah alat ini. tanpa ini, dia sudah tidak ada bu”

ibu tua itu mulai meneteskan air matanya, meski berusaha sekuat apapu, dia tetaplah seorang ibu yang sangat mencintai dan merindukan anak perempuan satu2nya yang kini telah terbaring tanpa daya selama bertahun2.

harta benda, waktu, serta hidupnya dia curahkan hanya untuk kesembuhan sang anak, namun apa boleh dikata, anak yang diharapkannya belum bisa kembali.

langkahku semakin menjauh dari aroma dunia yang selama ini menggelayuti hidungku, Tuhan, temui aku disini…

“Jangan dokter, aku mohon” kata ibu itu menangis sejadinya ketika dokter berkeras ingin menghentikan perawatan.

“Maaf bu, tapi kami tidak punya banyak pilihan. silahkan tanda tangani surat kematian ini”

“Anakku belum mati, percaya padaku” katanya, bersikukuh

“Kami mengerti kesulitan anda menerima ini semua, tapi anda juga harus realistis. anak anda sudah meninggal jauh sebelum hari ini, hanya alat itu yang membuatnya tampak masih hidup bu”

“Jangan bicara sembarangan, aku ibunya, aku lebih tau kondisi anakku. dan aku pastikan bahwa dia belum pergi seperti yang anda katakan tadi”

lebih susah menerima kenyataan memang, dan pada kenyataannya, sang anak memang telah melambung jauh melewati horizon biru itu.

“Kamu harus bangun nak, tunjukkan pada merek kalau kamu masih bersama ibu” katanya, seraya menggenggam tangan anaknya yang kurus.

aku belum sampai pada surga, sekian lama berjalan dan tak satupun tanda bahwa aku telah berada ditempat itu, perjalanan yang amat panjang dan menyebalkan.

aku dengar suara merdu ibuku yang terus menyebut namaku setiap hembusan nafasnya, kadang aku juga mendengar desiran angin dari kasih sayangnya, sungguh aku merindukannya, alangkah lebih indah jika ada dia juga disini, kami bisa berjalan bersama beriringan dan mencari surga kami sendiri. tapi akan lebih sulit jika akupun tak menemukan ruang untuk diriku sendiri, rasanya sesak dan sulit sekali aku berlari.

sekian waktu, semakin susah, bahkan tubuhku kian berat saja. aku lelah, tapi aku pun tak ingin berhenti, aku harus terus mencari dimana surga itu.

“Bu, istirahatlah, sudah hampir 4 hari ibu disini dan tidak tidur” kata suster

“Tidak apa, aku hanya ingin jadi orang pertama yang dia lihat saat dia bangun nanti” katanya, sayu. masih menggenggam tangan anaknya.

“Nanti ibu sakit, sebaiknya anda pulang lalu kembali lagi, setidaknya ibu harus makan”

“Tidak apa, aku sehat. aku hanya ingin bersama anakku” katanya lagi, matanya sembab, wajahnya benar2 kusut tak terawat.

pintu itu, apa itu…

“Kasih ibu,

kepada beta…

tak terhingga, sepanjang masa…

hanya memberi,… tak harap kembali…

bagai sang surya, menyinari dunia…”

dokter dengan beberapa suster yang ada disana menyaksikan bagaimana cintanya seorang ibu kepada anaknya melebihi cintanya pada diriny sendiri, lantunan lagu itu terus terucap dari bibir sang ibu tua yang menunggui anaknya. diantara mereka bahkan meneteskan air mata karena terharu menyaksikan pemandangan itu, mereka mengerti perasaan sang ibu, namun merekapun sadar, tidak banyak yang bisa dilakukan.

ibu, aku menemukannya. ini pintu itu, pintu surga yang Tuhan janjikan pada kita, aku berhasil bu.

tapi, jika aku masuk sekarang, apa akan ada dirimu juga?

aku tidak ingin kesana sendirian, aku akan duduk didepan pintu dan menunggumu sampai kapanpun.

“Kasih ibu,

kepada beta…

tak terhingga, sepanjang masa…

hanya memberi,… tak harap kembali…

bagai sang surya, menyinari dunia…” ibu masih saja bernyanyi untuk sang anak, yang masih juga terdiam.

ibu itu ingat ketika pertama kali sang anak belajar merangkak, mengucapkan namanya, dan juga saat dia mulai bisa berlari. hari2 itu memang sudah lama sekali terlewat, tapi bagi ibu, hari2 itu seperti baru terjadi kemarin. dan hari2 seperti itulah yang ingin dia ulang kembali dihidupnya bersama sang anak tercinta.

dunia yang aku lihat, samar menjauh. namun hanya suara lantunan itu yang aku dengar, aku ingat ketika aku masih berada dalam timangannya, aku ingat ketika tawa itu masih kami bawa, dan aku ingat rasa pedihnya ketika pertama kali aku menginjakkan kaki disini, dan mendapati diriku dengan tidak bersama siapapun.

“Bu, makan dulu” Kata suster memberikan sepiring nasi

“Taruh saja disana, nanti aku akan makan. sebelumnya terima kasih suster, sudah sabar merawat anakku, dan mau mengerti aku”

“Sama2 bu, saya senang bisa membantu” kata suster segera meninggalkan ruang itu, dan membiarkan ibu dan anak berdua diruang isolasi.

sang bu meraih tubuh anaknya dan memeluknya erat, dia tersenyum mencium kening sang anak yang terlelap

“Ibu disini nak, jangan takut. kamu akan terus bersama ibu. siang, malam, gelap terang, ibu disini untukmu. didunia ini, hanya ada kita berdua, jadi ibu akan memberikan waktu ibu untuk mendengar ceritamu disekolah, mendengar keluh kesahmu tentang seseorang yang kamu taksir, tentang guru killer, dan tentang mode yang sedang trend saai ini. ibu akan mendengarkan semuanya nak. ibu janji, tidak ada yang bisa pisahkan kita” kata sang ibu dengan derai air mata memeluk anaknya dengan hangat.

aku sangat merindukanmu, hingga rasanya aku selalu melihatmu dimanapun aku berada, begitupun disini. aku merasakan kenyamanan pelukanmu yang hangat, aku merasakan cintamu yang tulus. ibu, peluk aku sekali lagi.

“Tentu nak, ibu akan terus memelukmu dan tidak akan melepaskannya”

ibu,..

benarkah ini dirimu? ibu…

senyum itu memang milikmu, aku ingin mengatakan bahwa kerinduanku terlalu dalam hingga aku tak berani untuk meminta dipertemukan denganmu lagi, tapi Tuhan sangat baik. kita dipertemukan lagi, dengan cara yang indah. saat aku berada disurgaku, yaitu dipelukanmu ibu.

tiiittttttt…………….

“Dokter, pasien Milli, …” Kata suster menggantung

dokter segera datang dan melihat. pasangan ibu dan anak itu saling memeluk, mereka tertidur bersama, mereka telah damai bersama2.

aku tepati janjiku, untuk membuka pintu itu, bersamamu, ibu.

the end

Colors of Viola

f871a1c12af49daa41dc9c1c690d2839

by: Yhani

Gelap, aku takut dengan kegelapan, dan aku sangat takut mati, karena mati berarti sendiri, sendiri dalam gelap adalah hal paling menyakitkan. aku membayangkan ketika tubuhku berada dalam sebuah lubang yang gelap, pengap, basah dan sepi. tidak ada hal yang lebih buruk dari pada mati.

Tapi, justru sesuatu yang sangat dibenci itu, malah kadang datang lebih awal dan tidak dapat ditolak dengan apapun dan bagaimanapun.

sebelumnya…

“Dia bisa mendengar, bahkan merasakan sentuhan. hanya saja, dia tidak memiliki kemampuan untuk menjawab, ataupun bereaksi” Kata Dokter tentang kondisi saudara kembarku, Viana.

Ayah ibuku hanya bisa menekan rasa sesak di dada mereka setelah mendengar sesuatu yang tidak ingin di dengar, suatu hal yang buruk menimpa Viana, dia mengalami kecelakaan tunggal setelah mobil yang dikendarainya menabrak truk yang tengah parkir ditepi jalan karena ban bocor, dan tanpa dia sadari mobil yang dia kemudikan menabraknya.

“Saya minta kerja samanya, ajak dia bicara. ceritakan hal2 yang bisa membuatnya kembali bersemangat untuk hidup, karena sepertinya ada indikasi bahwa kecelakaan itu adalah unsur kesengajaan”

Tentu saja, kalimat ini menyambar hati kami. dokter bilang ‘unsur kesengajaan’? bukankah itu artinya, Viana ingin mati?

Meski kami kembar, namun aku tetap tidak bisa memahami dia. Viana yang ceria dan memiliki pergaulan yang luas itu, ingin mati? kenapa?

andai aku bisa mengerti, andai aku bisa mengulang semua ini, aku ingin bertanya padanya. apakah aku boleh bertukar tempat sebentar saja, supaya aku tau bagaimana menjadi seorang Viana, bagaimana penderitaannya berlangsung ketika harus memiliki saudara kembar seperti aku yang tidak pernah jauh dari obat penopang kehidupanku. iya, aku sakit, bahkan aku tidak bisa membedakan antara kapan aku sakit dan kapan aku sehat, karena tiap waktu yang aku punya, tidak pernah sekalipun aku tidak merasakan kecemasan ayah ibu dan Viana padaku. karena sewaktu2, malaikat Tuhan bisa menjemputku.

beberapa waktu sebelum itu…

“Viola, waktunya minum obat. ini udah aku siapin” Kata Viana pagi itu. seperti biasa, dengan senyumnya yang seperti biasa pula, dia setia dan tidak henti merawatku yang entah kapan mati ini.

“Boleh aku minta sesuatu?” Tanyaku.

“Tentu, apa itu?” Tanya Viana senyum.

“Aku minta, jangan kasih obat itu lagi ke aku”

sekilas, senyum itu hilang dari wajah Viana mendengar kalimat yang aku lontarkan.

“Bunuh aku dulu, baru kamu bisa membuang obat2 ini Viola” Kata Viana tajam.

sejurus kemudian dia pergi, dengan meninggalkan obat2 itu di depanku. aku merasa bersalah melihat kemarahan diwajahnya, aku tau dia sangat menyayangiku dan mengkhawatirkan kesehatanku. tapi untuk ukuran seorang yang hampir mendekati mati sepertiku, semakin aku jauhi, kematian itu akan semakin dekat, dan aku sangat takut sebenarnya.

iya, memang benar apa kata Viana, dia harus mati dulu baru aku akan sembuh, karena hanya jantungnya yang bisa menyelamatkanku. dan aku sangat takut jika kecelakaan ini atas dasar dia ingin memberikan jantungnya padaku.

beberapa waktu kemudian…

“Viola….” Teriak ibu, ketika melihatku tergelepar kesakitan dilantai. sakit sekali, yang aku fikirkan hanya takut, aku takut sakit ini tak berujung. aku takut tidak bisa membuka mataku lagi setelah terpejam. aku takut, takut meninggalkan semuanya.

tapi ketakutanku tak mendasar, karena aku bangun dalam kondisi yang,… seperti biasa, lemah terbaring diranjang rumah sakit.

“… kenapa kamu nggak paksa dia minum? kenapa kamu biarin dia sampai sekarat Viana, kamu udah bosen ngurusin Viola? bilang sama ibu. kamu mau dia cepat mati?? apa kamu iri karena kami lebih memperhatikan dia dari pada kamu??” Cecar ibu kepada Viana yang cuma nunduk diam.

“Bu… Viana nggak salah” Kataku dengan sangat lemah, waktu itu aku lihat wajah sedih Viana yang menatapku tajam, entah apa arti tatapan itu. tapi sepertinya sangat dalam.

saat ini…

aku menatap monitor pendeteksi jantung Viana, masih sama seperti kemarin, tidak ada perubahan yang melegakan.

“Maafkan aku”

kata yang selalu ingin aku ucapkan padanya. andai aku bisa mengerti dia, pasti ada hal yang bisa aku perbuat.

pip… pip… piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiipp.

mendadak tubuhku kaku, ketika monitor itu bersuara panjang dan menggema. dengan amat terburu2 tim dokter segera ambil tindakan, ayah dan ibu tak kuasa membendung kesedihannya, baru kali ini aku melihat kekhawatiran mereka selain untukku. dan aku sadar, begitu berharganya waktu saat kami masih bersama2, begitu terlukanya mereka ketika tau aku berhenti meminum obat yang aku punya, dan begitu mahalnya senyum itu.

ini salahku, jika aku tidak memutuskan untuk tidak meminum obatku lagi, pasti jantungku akan berjalan baik, pasti ibu tidak akan memarahi Viana, pasti Viana tidak akan merasa bersalah dan ingin bunuh diri, jika saja bukan karena aku, keluargaku pasti bisa menemukan kebahagiaan mereka.

iya, semua karena aku.

“Meski masa kritisnya telah lewat, tapi kami masih harus memantaunya dan memastikan bahwa dia bisa bertahan sampai 24 jam kedepan” Kata dokter.

artinya, kami hanya punya waktu 24 jam untuk berharap. dan selama itu, tanpa sadar sebenarnya aku sudah tidak bersama mereka lagi. itu karena, kedua orang tuaku lebih fokus dengan kondisi Viana, ketimbang aku.

“Viola, kamu pulang dulu ya, kalau butuh apa2 minta aja sama bi suti, ibu disini aja nungguin Viana” Kata ibu, sore itu.

jadi, begini rasanya menjadi anak yang lebih tidak diperhatikan. jadi, seperti ini rasa hati Viana selama ini. sangat pedih, bahkan saking pedihnya, rasanya ingin mati saja.

meski mengerti, tetap saja, dalam hati rasanya ada yang mengganjal, rasa cemburu itu ada, ketika orang yang kita inginkan, sedang tidak ingin berada disamping kita.

aku dan Viana memiliki mobil yang sama persis, ketika kecelakaan itu terjadi, dia mengendarai mobilku. saat ini, mobil yang aku kendarai adalah miliknya, Jazz putih. aku membawa pulang tas Viana yang penuh darah itu disampingku. aku tidak bisa membayangkan seberapa keras benturan tu terjadi, seberapa sakitnya itu aku tidak tau.

ada sebuah buku diary yang selalu dibawa oleh Viana, dan aku selalu penasaran apa isinya. dengan sedikit keraguan namun lebih banyak rasa ingin tau, aku membukanya dan membaca tiap kalimat disana.

‘apa yang aku takutkan dengan kematian jika hiduppun rasanya sudah mati’

Viana? ini benar tulisan kamu?

‘aku pernah meminta pada Tuhan, untuk tidak dilahirkan menjadi Viana kembali, andai itu terwujud’

apa yang kamu katakan vi?

‘mungkin ini gila, tapi aku ingin bertukar tempat dengan Viola’

kamu iri padaku? apa aku tidak salah baca Viana? bahkan yang harusnya iri adalah aku.

‘dia punya separuh kehidupan yang aku inginkan, meski harus dengan kekurangannya, aku ingin menjadi dia meski sejenak’

kamu tidak tau bagaimana sulitny menjadi aku Viana, jangan pernah berkata seperti itu lagi.

‘dia sudah mengambil semua perhatian, dan aku hanya dapat sisanya. kadang aku ingin membencinya, tapi sulit. karena perhatiankupun untuk dia. alangkah jauh lebih indah jika dia tidak pernah ada’

begitukah fikiranmu tentang aku? Viana, kamu tau, aku sangat menyayangimu. andai aku bisa mengabulkan permintaanmu.

aku akan melakukannya.

pernah suatu hari aku mengatakan aku takut mati, aku takut kegelapan, dan aku benci sendirian. tapi jika semua yang aku tidak suka itu bisa membuatmu tetap ada dan bahagia didunia ini, aku mau menukarnya dengan apapun.

BRAKKKK!!!!!!!!

gelap, dingin, pengap, sesak, dan sakit.

“Viana, bangun nak!!”

entah apa yang dilakukan orang2 ini padaku, tubuhku serasa sangat berat untuk digerakkan, mulutku sulit untuk hanya menyebutkan satu kata, aku dengar ibuku memanggil2 nama Viana, aku dengar alat2 itu berbunyi tidak karuan, aku dengan suara seseorang yang bahkan tidak asing bagiku.

“Ibu, tenanglah!”

itu suara Viola, suaraku. berarti aku berada ditubuh Viana, yang terbaring lemah, dan sekarat. sepertinya, Tuhan mendengar kami.

“200 joul, clear…”

tubuhku, bukan. ini tubuh Viana. dan tubuhku, ada disana. bernama Viola.

“Viana, jangan tinggalin ibu, maafin ibu nak!!!”

aku belum pergi, dunia masih aku dengar, tangisan ibuku masih jelas di telinga.

sesak, dingin, dan kaku. ada sebuah cahaya yang indah datang menyapa perlahan, seseorang berwajah indah telah tersenyum mengulurkan tangannya. inikah saat itu? saat yang aku takuti? saat yang aku benci itu?

piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiipppppp!!!

Like >>>> if you are understand

comment>>>> if you are confused

Happy B’day To Me

Photo-0114

iya, ini aku. tepat di hari ini aku berusia 22 tahun, tepat di hari kamis juga, aku lahir 22 tahun yang lalu.

banyak hal yang aku lewati, seingatku aku selalu bahagia, hal2 buruk ataupun sedih aku skip, hanya aku simpan untuk pembelajaran diri sendiri saja kedepannya.

Photo-1182

aku orang yang teledor, ceroboh, dan pelupa. xixixi bapakku pernah bilang, aku gak pinter masak, jadi mungkin nanti akan jadi bulan2nan mertuaku saat di dapur. tapi aku selalu belajar, meski gak banyak.

aku orang yang ambisius dan gak bisa hidup dengan aturan orang lain, gak suka dipaksa, dan selalu punya ideologi sendiri. artinya aku egois hehehe

Photo-0249

meski kadang sering tersesat ama pikiran sendiri, tapi aku cukup konsisten untuk gak ikut2an orang lain. paling gak dalam menentukan hari pernikahan. banyak yang latah menikah karena sudah banyak teman yang menikah, sedangkan aku? masih adem ayem dengan jiwa muda yang menggelora hehe. aku masih sibuk sekolah, kerja, ngaji, dan juga mengejar cita2 yang makin lama gak makin meredup, tapi makin bersinar cerah dalam imajinasiku yang nyata.

Photo-0001

pernikahan sinta desember 2009

Photo-1234

pernikahan ana april 2013

aku masih sama seperti dulu, apanya yang berubah? emmm mungkin berat badan hahaha

Photo-0180

Photo-0185

Photo-0188

alhamdulillah, aku punya keluarga yang hangat dan ramah. semoga kebersamaan kita ini mampu bertahan untuk selamanya. amin

100_0122

DSC01255

Photo-0015

dan juga teman2 yang gokil gila!!!!!!!!!!!!!!

hehe i love u all

semoga bisa terus berkembang dan menjadi manusia yang baik dimata siapapun. amin

Adikku: Mala

IMG0202A

Jika teman2ku rata2 punya adik dengan jarak yang tidak jauh, diantara 3-5 tahun, aku berbeda. jarak antara aku dan adikku berkisar 10 tahun, ketika aku kelas 5, lahirlah dia.

Copy of 04 005 namanya Fahma Khoiril Mala, dulu waktu masih balita panggilannya Lala po, xixixi ulahku tuh. sekarang udah bener kok, pangilannya Mala

lahir pada tanggal 19 februari 2001, hari senin pukul 18.15 wib di rumah sakit MUNA ANGGITA Bojonegoro.

Lama

sekarang usia Mala menginjak 12 tahun, udah kelas 6, udah segede aku, huaaa…. aku yang gak tumbuh lagi atau emang dia yang tubuhnya kecepetan ya????

senin depan dia udah ujian, belajar yang rajin ya dek!!!

anak ini gokil abis pokoknya, gak tau deh itu emang sifat keturunan atau aku yang gak sengaja ajarin dia, xixixi kita klop banget soal ngerjain orang, apa lagi waktu ngerjain sepupu kita yang namanya Faisal alias Paecong.

IMG0282A

anak cowok dalam foto ini namanya Cong, anak dari tanteku, usianya masih dibawah 5 tahun waktu aku ngerjain dia. nah gini nih ceritanya:

waktu itu sore2 lagi ujan, cong maen ama mala diruang tamu rumahku, aku datang dari dapur.

aku>> cong, gak muleh ye?? dolanan kaet isuk mau kok gak bar2

cong>> moh muleh aku, ape neng kene ae!! (sambil gletu masih maen)

waktu itu terlintas ide buat ngerjain cong.

aku>> buk em tek gak golek i we ya cong, sedino og di ben dolan

cong>> porak, penak to

mala>> koyo gak nduwe yong ae to cong rupaem ki, wes ireng kuru misan (kata mala ketawa)

aku>> anu to cong, tak ndari ya (kataku dengan wajah serius) asline we ki dudu anake buk em, mulane we diseneni terus bendino, doaln yo gak di golek i blas karo buk em

cong>> blidok…(kata cong asih senyum2 gak percaya)

mala>> ndeh, tenan to cong!! takok i to bu seh (red: ibuku)

aku>> tak critani ya, ojo kandakno ibukem (kataku, serius) biyen ki pas aku neng kali karo mala, idep2 ki kok krungu eneng bayi nangis, mergo wedi mulane aku mlayu muleh, buk em tak celok, tak jak neng kali nggo ndelok, lah dalah malah nemu bayi neng sor greng, jek buntelan jarik, nangis sisan.

mala>> heem, terus karo buk em di gowo muleh, dirumat, di pek anak.

aku>> we wi to cae, dadine we ki mung anak temok an

sumpah ya, waktu itu perutku sakit nahan ketawa liat perubahan wajah cong dari yang senyum2 aja, jadi diem nunduk sambil utak atik mainannya, wajahnya merah kayak udah mau nangis.

mala ama aku cuma lirik2an, tandanya kita berhasil! tapi beberapa menit kemudian ibunya cong datang buat jemput cong pulang, cong masih diem aja nunduk liatin mainannya, kayaknya dia udah kemakan omongan kita hahaha jail dasar!!!

ibu cong>> le, ayok muleh wes dalu

cong masih diem gak bereaksi, tapi ujung2nya malah dia nangis.

dan akhirnya, kita berdua kena marah, ibunya bingung gimana caranya tenangin si cong hehehe sorry cong!!

itu sedkit contoh kejahilan kami, kurang lebihnya banyak hehehe

Photo-0091

tapi bagaimanapun, kami salaing menyayangi, antara aku dan adik2ku yang sedabrek ini, hehehe selalu kompak ya semua!!! ^^,